Minggu, 03 Juli 2011

My Girlfriend is Gumiho episode 2

Setelah Mi-ho menunjukkan dirinya dalam bentuk Gumiho (Serigala Berekor Sembilan), dia mengambil kembali manik2 serigalanya dan Dae-woong langsung ambruk di lantai. Mi-ho melayang-layang di atas Dae-woong mengatakan kalau dia sudah menyelamatkan Dae-woong tapi Dae-woong malah mencampakkannya jadi dia tidak kenal lagi pada Dae-woong.

Dae-woong mulai memburuk dengan cepat saat asap hitam pekat mengelilinginya. Mi-ho masih melayang-layang di atas Dae-woong dan merasa sedikit sedih sebab membiarkan dia mati. Tapi dia mulai pergi. Mi-ho teringat kembali pada insiden babi waktu itu. Dia ingat betap beraninya Dae-woong kembali untuknya dan menyelamatkannya dari babi yang Dae-woong kira sangat menakutkan. Jadi Mi-ho kembali, tenaga putihnya menghilangkan kabut hitam itu. Dia berkata karena Dae-woong kembali untuknya satu kali maka dia juga akan melakukan hal yang sama.

Dae-woong bangun dengan kepala pening. Dia kaget melihat Mi-ho memandanginya seperti mainan baru. Dae-woong lalu lari dan bersembunyi jadi Mi-ho bergumam kepada dirinya sendiri bahwa dia harus membuat takut pemuda ini agar dia tetap berada di sisinya! Hehe! Mi-ho memandang dengan geli saat Dae-woong berusaha keras mengeluarkan dirinya dari tempat itu tapi dia malah gagal total! Mi-ho berkata, “Kau ingin aku membantu?”

Ada adegan tambahan dimana ada sosok imajiner Dae-woong yang beraksi melakukan aksi kabur ini dan menyemangati Dae-woong yang asli kalau dia pasti bisa kabur. Dae-woong terjebak di atas Mi-ho dan di atas semua itu kakek menelpon Dae-woong dan dia malah menjatuhkan hp-nya. Mi-ho menatap hp itu dengan penasaran. Dia mendengar suara dan menjawab. Kakek bertanya dimana Dae-woong dan Dae-woong menjawab dengan nafas berat waktu dia berpegangan pada seutas tali sedangkan Mi-ho menjawab, “Dae-woong? Berada di atasku.”

Mi-ho menyuruh Dae-woong untuk turun sekarang tapi Dae-woong bersikeras untuk tetap disana daripada dimakan. Dia lebih baik mati di atas sana. Mi-ho mengancam akan menarik Dae-woong turun tapi pemuda itu mencemooh kalau Mi-ho tidak bisa menariknya turun seperti sebuah apel. Jadi Mi-ho menunjukkan kekuatan Gumiho-nya yang lain dan terbang untuk menjemput Dae-woong.

Mi-ho mendarat di atas Dae-woong. Akhirnya, Dae-woong mengakui kalau Mi-ho adalah Serigala Berekor Sembilan. Dae-woong berkata, “Baiklah. Kau Gumiho. Karena kau menarikku, maka kau bisa memakanku.” Mi-ho merespon, “Benarkah aku bisa memakanmu?” Dae-woong berkata lagi, “Kau bisa memakanku. Tapi ketahuilah hal ini. Kalau ada banyak gumiho di dunia ini, pasti ada hantu juga. Jadi aku akan kembali sebagai hantu dan balas dendam!” Dae-woong menguatkan dirinya untuk menyambut kematiannya dengan keberanian palsu. Dia tidak mendengarkan pertanyaan Mi-ho kenapa dia tidak minta diselamatkan saja. Mi-ho berkata, “Baiklah, tapi jika kau minta aku untuk menyelamatkanmu, aku pasti akan membiarkanmu hidup…” Segera setelah itu, Dae-woong berlutut dan meminta Mi-ho untuk mengampuni nyawanya. Dari tadi kek Dae-woong!

Pemburu Gumiho, Dong-joo menemukan pola nomer hp yang dihubungi Dae-woong. Dia lalu mencari bibi Dae-woong. Dong-joo berpura-pura sebagai teman Dae-woong dan meminta konfirmasi nomer hp Dae-woong.

Di atap sekolah laga, Mi-ho memakan daging ayam ketika Dae-woong berlutut meminta maaf karena tidak mampu mendapatkan daging sapi saat ini. Dae-woong mendengarkan konfirmasi ulang dari Mi-ho kalau sampai Mi-ho bisa dengan aman mengaluarkan manik2 serigala yang menyelamatkan Dae-woong, maka Mi-ho akan terus menempel Dae-woong. Ini bisa jadi benar atau ini hanya alasan Mi-ho agar bisa dekat dengan Dae-woong.

Dae-woong masih berlutut. Dia mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini tapi kembali takut waktu melihat Mi-ho menghancurkan tulang ayam dengan semangatnya. Mi-ho berkata, “Dae-woong, selagi kau memiliki manik2 serigalaku, aku tidak bisa membiarkanmu pergi. Kau milikku.” Mi-ho tersenyum dan Dae-woong tertawa dengan gugup. Dae-woong mulai memanggilnya Gu Mi-ho dan mencoba bersikap sopan. Dae-woong sebenarnya takut tapi dia juga harus bisa bersikap seolah-olah Mi-ho adalah naka kecil.

Dae-woong masuk ke dalam dan memutuskan kalau untuk sekarang, jika dia memberi makan daging sapi pada Mi-ho, jadi dia tidak akan mencoba memakannya. Saat sedang melatih ilmu pedangnya (untuk jaga2 kalau-kalau dia harus membela dirinya), dia melihat kostum film laga, yaitu sebuah baju besi dan mengenakannya. Mi-ho bertanya-tanya apakah dia memang begitu menakutkan sebab yang dia lakukan hanyalah menyelamatkan Dae-woong. Dae-woong berkata tetap saja. Bagaimana kalau Mi-ho melihat hatinya dan lapar dengan tiba2?

Mi-ho membela diri, “Pernahkan kau melihatku makan hati? Pernahkah kau melihatku mengeluarkan hati seseorag dan memakannya?” Dae-woong berkata kalau dia adalah Gumiho. Ini membuat Mi-ho mendesah dan menyerah. Mi-ho berujar, “Baiklah. Aku gumiho. Jaga hatimu baik2!” Setelah itu, Mi-ho pergi tidur.

Dong-joo, sang pemburu Gumiho, menemukan informasi tentang Dae-woong dengan gampang di internet. Dia tersenyum pada dirinya kalau itu akan menjadi perburuan yang mudah. Dia membuka sebuah tembok yang berisi info seputar semua hal yang berkaitan dengan gumiho. Dia mengeluarkan sebuah pisau dengan ukiran kuno. Dong-joo menyeringai dan heran kenapa gumiho ingin sekali menjadi manusia ketimbang tetap tinggal di tempatnya yang seharusnya.
Dae-woong tidur dengan baju besinya di luar dan Mi-ho menjaganya. Mi-ho berkata kalau dia bersenang-senang hari ini karena dia bersama Dae-woong. Dia senang karena selagi manik2 serigala menyembuhkan Dae-woong, dia tetap bisa bersama pemuda itu lebih lama. Mi-ho memperhatikan nyamuk yang terbang di atas Dae-woong. Dengan riang, Mi-ho menangkap nyamuk itu dan berkata pada Dae-woong yang tertidur kalau baik nyamuk ataupun dia tidak akan memakan Dae-woong malam ini. Mi-ho lalu memandang ke kota dari atas atap gedung sekolah laga dan kagum betapa dunia sudah menjadi begitu indah.
Kakek dan bibi Min-sook mengkhawatirkan Dae-woong dan kakek meratapi fakta bahwa ketika Dae-woong menyebabkan banyak masalah, dia tidak pernah punya masalah dengan seorang gadis… sampai sekarang. Kakek meminta bibi untuk mengblokir kartu kredit Dae-woong. Min-sook bertanya apakah yang dikatakan gadis itu di telpon. Kakek malah berkata kalau bibi yang belum menikah tidak pantas mendengarnya. Bibi jadi marah karena kesendiriannya dibawa-bawa lalu pergi dari sana.

Kartu kredit Dae-woong ditolak di restoran tepat setelah Mi-ho memakan daging yang dipesan. Dae-woong dipaksa membayar dengan uang-nya yang ada. Mi-ho menghentikan Dae-woong untuk membelikannya soda di pinggir jalan. Koin Dae-woong macet di dalam mesin jadi dia mulai menendang mesin itu. Mi-ho juga ikut melakukan hal yang sama. Seluruh isi mesin itu berhamburan keluar lalu sebotol soda meluncur keluar pula. Mereka mengambilnya lalu kabur.

Min-sook menyesap es kopi di depan lift dan tiba2 saja es tersangkut di tenggorokannya. Berikutnya, pria misterius yang Min-sook temui tempo hari keluar dari lift dan mendapati Min-sook sedang tercekik. Jadi pria itu melempar bibi ke bahunya dan melompat naik turun sampai balok e situ keluar dari mulut Min-sook. Min-sook jelas sangat malu dan pria itu pergi begitu saja.

Dae-woong mengajak Mi-ho ke kampus dimana dia terkagum-kagum melihat bangunan kampus itu. Mi-ho hanya tahu kuil dimana banyak pengunjung berdoa. Mi-ho berpikir Dae-woong cukup keren karena mengajaknya pergi ke kampus dan Dae-woong jelas menikmati pujian itu. Dia mengatakan pada Mi-ho kalau orang2 di kampus sangat pintar jadi sebaiknya Mi-ho berpura-pura sebagai manusia dan tidak melakukan hal yang mencurigakan. Mi-ho berjanji untuk bersikap seperti manusia. Dia juga bertanya pada Dae-woong apakah dia terlihat seperti manusia bila dia diam dan tidak melakukan apa2. Dae-woong mengiyakan dan Mi-ho menjadi sangat senang.

Dae-woong berkeliling ke semua teman2nya untuk meminta uang. Hal ini dikira gampang oleh Dae-woong sebab dia sering memberikan traktiran pada mereka. Tapi setiap teman yang didatangi Dae-woong berbohong kalau mereka tidak punya uang lalu pergi. Mi-ho mencium bau uang di kantong teman2 Dae-woong yang membuat Dae-woong sangat malu ketika dihadapkan pada fakta bahwa teman2nya bersikap seperti itu padanya.

Mi-ho bertanya kenapa Dae-woong tidak mempercayainya dan bertanya juga kenapa dia tidak melakukan apa2 saat teman2nya membohonginya. Apa dia takut? Untuk pernyataan itu, Dae-woong mencari temannya dan menyerahkan uang yang tersisa di kantongnya serta menyuruh temannya itu untuk makan siang dengan uang itu. Mi-ho sekarang menjadi bertambah bingung – kenapa dia menyerahkan uangnya pada teman yang telah berbohong? Dae-woong memberitahu Mi-ho dengan marah kalau kadang2 lebih baik tidak tahu apa2, dan bahwa berpura-pura adalah hal yang tidak terlalu memalukan. Dae-woong membentak Mi-ho kalau dia bukan manusia jadi jangan mencampuri urusan manusia. Hal ini membuat Mi-ho jadi masam.
Mi-ho mencoba mengikuti Dae-woong ke perpustakaan tapi Dae-woong mengatakan kalau Mi-ho tidak bisa masuk ke dalam sebab dia tidak punya tanda pengenal. Dan karena dia bukan manusia – tidak punya nama dan tanda pengenal sosial – Mi-ho tidak bisa ikut. Mi-ho merenggut lagi dan mengatakan pada Dae-woong agar dia tidak merendahkannya karena dia bukan manusia. Dae-woong menjawab bahwa karena Mi-ho bukan manusia, maka dia takut padanya. Saat Dae-woong meninggalkan Mi-ho disana, Mi-ho hanya bisa mendesah. Dia ingin sekali pergi ke tempat yang bisa dimasuki manusia.

Di dalam perpus, Dae-woong mulai mencari-cari tentang legenda gumiho. Dia mencari cara agar Mi-ho pergi dari sisinya. Dia berpikir kalau caranya pasti sama seperti mengusir setan. Tapi tidak apa2 dan karena dia bosan berurusan dengan bahasa yang kuno, Dae-woong menyerah. Dia mengeluh keras2 di tengah2 perpustakaan kalau tidak ada yang pernah melihat gumiho. Jadi apa yang orang2 pintar tahu? Dan kenapa pula, dari sekian banyak orang, gumiho memilihnya?
Dae-woong mendapatkan ide saat dia mengingat kuil tempat munculnya Mi-ho pertama kali. Dia mencari-cari berita tentang kuil itu dan mendapatkan berita baru tentang kuil itu dimana lukisannya diletakkan secara berdampingan. Lukisan yang asli dan yang gambar serigalanya sudah hilang. Dae-woong sadar kalau dia membebaskan gumiho dengan menggambar sembilan ekor itu.
Di luar, Mi-ho menemui teman2 Dae-woong yang berbohong. Dia mengembalikan bola mereka yang nyasar keluar dengan satu pukulan keras yang mengarah ke salah satu teman Dae-woong. Pemuda itu ambruk dan Mi-ho pergi, dia sadar baru saja menghina pria yang mengikuti Dae-woong kemana-mana dan mendapatkan banyak hal dengan gratis… hal itu juga Mi-ho lakukan ternyata. Dia menghibur diri dengan mengatakan kalau dia bukan manusia atau teman Dae-woong jadi tidak apa.

Dae-woong bertanya apakah Mi-ho adalah serigala di dalam lukisan di kuil dan Mi-ho menjawab iya. Dae-woong ingat begitu ketakutan malam itu dan membuat kesalahan dengan penanya – ternyata titik yang dia buat menjadi tahi lalat di bahu Mi-ho. Dia batal menanyakan kenapa dia yang dipilih Mi-ho sebab dia sadar kalau hal itu juga salahnya.
Mi-ho mengatakan kalau karena Dae-woong sudah membebaskannya maka dia memberikan hal paling berharga baginya dan meletakkan tangannya di dada Dae-woong. Mi-ho berkata kalau Dae-woong harus memikirkannya sebagai sebuah tanggung jawab padanya. Tentu hal ini punya makna berbeda dalam bahasa Korea dimana seks = tanggung jawab.

Teman2 Dae-woong, Sun-nyeo dan Byung-soo, masuk dan hanya mendengarkan unjung percakapan Dae-woong dan Mi-ho. Sun-nyeo kabur sambil menangis yang mungkin saja mengindikasikan apa yang orang pada umumnya pikirkan: dia sudah memberikan keperawanannya pada Dae-woong dan sekarang dia harus memikul tanggung jawab. Di lain pihak, Byung-soo mengucapkan selamat pada Dae-woong seperti teman sejati.
Dae-woong menjelaskan pada Byung-soo kalau nama gadis baru itu adalah Gu Mi-ho dan mengatakan kalau untuk sementara waktu dia akan tinggal bersama Dae-woong karena alasan kelelahan. Byung-soo kelihatannya menjadi teman satu2nya Dae-woong soalnya dia memberikan uang dalam dompetnya untuk membantu Dae-woong sebab dia tahu apa artinya kemarahan kakek.
Mi-ho mendengarkan pembicaraan antara Dae-woong dan Byung-soo. Selanjutnya, dia bertanya kanapa Dae-woong memanggilnya Gu Mi-ho. Dae-woong hanya mengatakan kalau dia hanya mengarangnya saja sebab kedengaran nama dan ini membuat Mi-ho mulai marah. Dae-woong mulai menjelaskan bahwa karena Mi-ho sangat ingin menjadi manusia maka dia perlu sebuah nama. Mi-ho kedangaran merupakan nama yang manis apalagi nama itu cocok untuknya. Mi-ho bersinar-sinar dan mengatakan kalau dia suka mendengar bila Dae-woong memanggilnya dengan nama barunya itu. Dae-woong juga mengatakan kalau Mi-ho tidak boleh mengganggu temannya (tepat pada saat itu pula seorang pemain basket diusung dengan tandu). Mi-ho memalingkan matanya lalu mengangguk. Tentu dia tidak akan melakukan itu lagi.

Dong-joo tiba di kampus dan menggunakan Dae-woong sebagai umpan dengan cara memanggilnya ke kantor administrasi. Dia menunggu gumiho sampai bersama Dae-woong. Dia melihat belati mistisnya besinar sebagai tanda dekatnya gumiho. Dae-woong datang sendiri tapi ketika Mi-ho duduk di tempat terdekat, belati itu bersina lagi. Dong-joo berlari untuk menemukan gumiho.

Mi-ho merasakan sesuatu datang mendekatinya… dan dia membalikkan kepalanya. Di sisi lain, Dong-joo berlari menuruni tangga. Kemudian kita bertemu lagi dengan Mi-ho yang berkata, “Itu ayam!” Dia kemudian berlari mengejar ayam dalam motor itu dan Dong-joo mengejarnya. Dong-joo berhasil mendekat dan pisaunya bersinar yang menandakan kehadiran gumiho. Mi-ho berbalik ke arah Dong-joo. Dong-joo kaget melihat wajah Mi-ho. Ini bukan karena kecantikan Mi-ho tapi karena dia mengenali Mi-ho – dia kenal dengan Serigala Berekor Sembilan itu! Dong-joo menghentikan langkahnya.

Dong-joo heran (badannya gemetar) kenapa dia harus kembali dengan wajah yang sama. Dia mengingat kejadian seabad yang lalu ketika dia membunuh Mi-ho untuk pertama kalinya. Dong-joo memegang Mi-ho dengan tangannya. Mereka berdua menangis ketika Mi-ho menghilang menjadi abu. Hu… hu… hu… Pemburu Gumiho jatuh cinta pada Gumiho! This would be a great drama!

Kembali ke masa sekarang. Dong-joo meyakinkan dirinya kalau dia tidak mungkin gumiho yang sama. Tidak, dia membunuhnya dengan tangannya sendiri. Dia hanya terlihat sama. Hanya itu!

Dae-woong mencoba bertanya pada Mi-ho tentang lukisan itu dan dimana dia bisa menemukan roh nenek moyang yang mengurung Mi-ho disana. Mi-ho tidak ingin memberikan informasi apa2, jadi Dae-woong memikirkan cara sebuah bodoh: buat Mi-ho mabuk maka dia akan bicara!

Dae-woong tahu Mi-ho suka minum, jadi dia mengguncang-guncangkan bir sehingga minuman itu jadi lebih berbusa lalu melemparnya. Mi-ho sangat kuat minum. Dae-woong minum mungkin hanya setengah dari yang diminum Mi-ho sebab dia melempar birnya saat Mi-ho tidak memperhatikan. Atau dia mengajak Mi-ho main batu-kertas-gunting dan mengatakan kalau gunting mengalahkan batu jadi Dae-woong yang menang. Dia bahkan mencoba mengajarkan Mi-ho bagaimana menghancurkan kaleng yang dilakukan Mi-ho dengan mudah tapi itu sulit bagi Dae-woong.
Dae-woong berpikir kalau Mi-ho sudah mabuk jadi dia memulai permainannya. Dia mengatakan kalau dia sudah merasa dekat dengan Mi-ho sekarang. Mi-ho bahkan lebih baik ketimbang teman2nya yang lain. Dia juga berkata kalau Mi-ho lebih cantik dari gadis kebanyakan. Dan bahwa, dia kaget waktu pertama kali melihat Mi-ho. Sebaliknya, Mi-ho justru tidak suka mendengar itu. Sebab, untuk bisa tampil seperti manusia, dia lebih suka menjadi wanita yang biasa2 saja.

Dae-woong mengucapkan banyak pujian untuk Mi-ho, banyak sekali. Dia mengatakan kalau selama Mi-ho tidak memakannya, dia mau berteman dengan gadis itu. Itu membuat Mi-ho bingung –bisakah mereka menjadi teman meski dia bukan manusia? Mi-ho bertanya bagaimana mereka bisa menjadi teman dan Dae-woong langsung mengajarinya salaman ala E.T.
Mi-ho begitu senang sehingga mengulanginya berkali-kali dan Dae-woong merasa sedikit menyesal karena sudah berbohong padanya saat dia sangat ingin menjadi temannya. Tapi itu tidak menghentikan Dae-woong untuk mencapai tujuannya. Dia mulai bertanya tentang kekuatan gumihonya dan tahu kalau Mi-ho sekarang lebih lemah dari aslinya sebab Dae-woong membawa manik2 Serigalanya, yang merupakan sumber kekuatan Mi-ho. Dae-woong bertanya apakah Mi-ho punya kelemahan. Ternyata tidak. Kalau takut? Ya- dia takut pada air dalam jumlah besar apalagi sekarang dia tidak punya manik2 serigalanya. Dae-woong berpikir bagaimana dia akan membuang Mi-ho di danau terdekat.
Mi-ho berlari dan mengatakan kalau bir membuat moodnya jadi bagus dan ekornya sangat ingin keluar. Dia ingin Dae-woong keluar jadi dia bisa menunjukkannya pada Dae-woong. Tapi kemudian mereka saling tarik ulur – Dae-woong tidak siap dan Mi-ho mengatakan kalau Dae-woong toh sudah pernah sekali melihatnya. Mi-ho membujuk Dae-woong seolah-olah dia akan mengajaknya ke tempat tidur dan Dae-woong berhasil ditarik keluar. Dae-woong berkata, “Yang pelan… yang lembut… perlakukan aku dengan baik!”

Hari berikutnya, Mi-ho ingin makan daging sapi sebagai makan pagi, siang dan malam. Kita kembali melihat adegan yang di episode 1 itu, dimana Dae-woong mengatakan kalau mereka tidak bisa makan daging sapi hari ini. Mata Mi-ho berubah biru dan Dae-woong menjadi ketakutan. Ketika seorang wanita menjatuhkan pot bunga di atas mereka, Mi-ho terbang dan menendang pot itu hingga mendarat tepat di rambut wanita itu. Mi-ho lalu memohon lagi dengan manis dan bahkan memanggil Dae-woong dengan ‘Woong’ saja yang merupakan kependekan dari Dae-woong.

Min-sook kembali ke departemen store dan berharap bisa bertemu dengan pria misteriusnya lagi. Dia menemukan pria itu sedang mencari jas hujan dan akan mendekatinya tapi Sun-nyeo muncul dan memanggil pria itu Doo-hong. Mereka bertingkah sangat manis dan Min-sook diam tidak bisa bernafas. Lalu dia kabur.

Doo-hong mendekati gadis itu dan Sun-nyeo memanggilnya ‘ayah!’. Doo-hong mendapati Min-sook ketika dia kebetulan bersembunyi di bagian pakaian dalam pria. Pramuniaga bertanya apakah Min-sook berbelanja pakaian dalam pria dan untuk menyelamatkan diri berkata, “Ya.” Doo-hong menunduk dan dia berjalan terus. Mereka berdua berpikir kalau mereka masing2 sudah punya pasangan.
Di taman, Byung-soo bermain tebak2an dengan Mi-ho (koin berada di tangan siapa). Mi-ho tentu saja menang di setiap permainan. Byung-soo memanggil Mi-ho ‘jae-soo-sshi’ yang merupakan panggilan untuk pacar atau istri sahabat. Dae-woong mencemooh hal itu tapi membiarkannya begitu saja. Dia lalu bertanya-tanya bagaimana jika Mi-ho melempar Byung-soo ke danau seperti ini, dia mungkin akan mati.

Byung-soo menyuruh Dae-woong untuk berhenti memberi makan ikan karena mereka adalah jenis ikan yang langka. Dae-woong mengatakan kalau mereka bukan ikan yang langka seperti yang dipelihara kakek. Dia mendapat ide: begitulah cara dia mendapatkan uang. Dae-woong mengendap-endap untuk menangkap satu ikan tapi kakek memergoki aksinya. Dae-woong kabur dengan kakek dan bibi Min-sook mengejar di belakangnya. Saat Dae-woong tidak melihat, sebuah truk datang ke arah Dae-woong.

Bibi dan kakek berteriak dan ikan itu terbang ke atas… kita ke rumah sakit dimana kakek meminta dokter untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya. Dokter berkata tidak ada yang bisa dilakukan. Musik dramatis mulai muncul… Dae-woong berjalan keluar dengan hanya satu perban di keningnya dan ternyata kakek memohon pada dokter untuk menyelamatkan ikannya.
Di luar, kakek menyuruh Dae-woong untuk pulang ke rumah tapi Dae-woong menolak dan akhirnya berteriak, “Kalau aku tidak tinggal bersama gadis itu, maka aku akan mati!” Dia meminta uang lagi agar bisa tinggal dengan gadis itudan menjaganya. Kakek mengatakan kalau Dae-woong sudah gila hanya karena seorang gadis. Kakek seharusnya tahu kalau Dae-woong itu serius! Hehe! Bibi dan kakek akhirnya mengatakan agar Dae-woong membawa gadis itu kesini jadi mereka bisa bertemu dengannya serta memutuskan apakah Dae-woong bisa menikahinya. Dae-woong berkata, “Aku tidak cukup gila untuk menikahinya! Kenapa aku harus menikahinya? Aku hanya akan tinggal sebentar dengannya lalu mengirimnya jauh2!” Kakek menampar Dae-woong.

Hal itu mengguncang mereka semua. Jelaslah kalau ini pertama kalinya kakek bersikap keras sejauh yang Dae-woong tahu. Dae-woong memegang pipinya karena perasaan emosional yang dia rasakan sekarang. Kakek berkata pada Dae-woong untuk hidup sesukanya dan masuk ke dalam mobil.
Dae-woong berjalan sendiri sambil masih memegangi pipinya. Dia masih kecewa. Sun-nyeo berlari mendekati Dae-woong dan berkata kalau Dae-woong tidak bisa tinggal di sekolah laga bersama pacarnya jadi Sun-nyeo mengusir mereka. Dia juga menambahkan kalau Hye-in datang dan menemui Byung-soo dan Mi-ho yang membuat Dae-woong langsung berlari kencang.
Hye-in bertemu dengan Mi-ho dan memperkenalkan dirinya sebagai teman Dae-woong. Tapi Hye-in membaca keadaan yang ada dan bertanya apakah Mi-ho pacar Dae-woong. Di sisi lain, Dae-woong berlari ke arah mereka dan meminta Mi-ho untuk tidak mengatakan apa2. Tapi, Mi-ho menjawab, “Iya.”

Dae-woong sampai dan mengumumkan dengan keras kalau Mi-ho bukan pacarnya! Hal ini membuat Mi-ho jadi tidak senang.

My Girlfriend is Gumiho episode 1

Gu Mi-ho menunggu dengan sabar di luar gedung kampus. Dia terlihat sangat cantik dan segar. Setelah dia melihat sosok Cha Dae-woong, dia melambai dan memangil pemuda itu dengan semangat. Dae-woong di sisi lain, sama sekali tidak senang melihat keberadaan Mi-ho. Dae-woong berbalik dan berpura-pura sedang menelpon lalu menuju arah yang lain.

Menjadi sosok yang punya kekuatan supernatural ada untungnya. Kecepatan contohnya. Mi-ho muncul dari arah yang berlawanan dan dia menerima alasan kenapa Dae-woong tidak melihatnya. Mi-ho berkata dengan sungguh2, “Yah, aku yakin kalau kau tidak ingin mati, kau pasti sudah berbohong dan berpura-pura tidak mendengarku. Benar kan?” Ancaman ini tidak sungguh2 tapi ancaman inilah yang dipakai Gu Mi-ho dalam hubungan mereka. Dia tidak ragu menggunakannya bila itu perlu.

Mi-ho menarik tangan Dae-woong menuju ke ‘penemuannya yang sangat spesial’ sedangkan semua pria di kampus mulai tergila-gila pada Mi-ho. Tampilan seorang Serigala Berekor Sembilan memang cantik. Tambahan pula, dia punya aura yang bisa menarik banyak pria. Begitulah, Dae-woong membuat iri pria lainnya… hanya saja, Dae-woong menginginkan hal yang berbeda.

Dengan senang, Mi-ho menunjukkan penemuan barunya: sebuah restoran yang melayani daging sapi segar yang baru dipotong. Mi-ho benar2 ingin makan daging sapi segar. Ini adalah kegiatan rutin buat mereka tapi hari ini Dae-woong bertahan – tidak! Dia tidak boleh makan daging sapi!
Terhadap penolakan ini, Mi-ho menaikkan alisnya seolah-olah ingin berkata, “Oh benarkah?” kemudian dia bersandar lebih dekat untuk berbisik, “Lalu, aku akan memakanmu.” Itu membuat Dae-woong yang pengecut sangat ketakutan. Mi-ho mulai berceloteh lagi, “Serigala, serigal apa kabar? Aku makan nasi. Apa yang kau makan bersama nasi itu? Beberapa lauk pauk Dae-woong!” Mi-ho dengan bercanda bertanya, “Apakah dia mati? Apakah dia hidup?” Dae-woong menelan ludah dengan ketakutan. Mi-ho mengumumkan dengan gembira, “Dia hidup!” Dia berlari dengan riangnya untuk makan daging sapi.

Jadi bagaimana semuanya bisa seperti ini? Mari kita lihat sekarang. Dae-woong merekam sebuah video di sekolah silat dengan bantuan dana dari Sun-nyeo dan kawan2nya. Berlawanan dengan adegan pembukaannya, disini Dae-woong menggunakan tenaga yang besar untuk menukik ke seberang tempat latihan lalu mengacungkan pedang dengan gaya mengancam. Dia melakukan ini dengan harapan untuk memasukkannya ke internet agar menjadi cerita yang terkenal.

Seluruh anggota dalam grup itu menuruti saja kata2 Dae-woong dan Dae-woong jelas2 menikmati menjadi pemimpin. Dia juga punya sifat manja anak kaya misalnya seperti waktu dia membelikan semua orang es krim seolah-olah yang melakukan itu adalah bintang besar yang mentraktir para staffnya. Dae-woong juga membual tentang peran dalam film yang hampir dia dapatkan. Dia adalah finalis-nya dan audisinya untuk film berikutnya akan segera tiba.
Dae-woong membawa teman2nya, Sun-nyeo dan Byung-soo, ke salon rambut kakeknya dsan berjanji untuk memberikan mereka kriting gratis. Dia sendiri ingin agar rambutnya dibenahi untuk persiapan audisinya yang berikutnya. Jeleknya, manajer menelpon kakek, yang marah pada Dae-woong karena merusak statusnya sebagai cucu pemilik salon, lagi. Dae-woong berpikir cepat dan kali ini mengatakan kalau dia akan membayar. Kemudian, Dae-woong kabur.

Dae-woong mengebut dengan motor barunya yang mencolok. Motor yang dibeli dengan uang sekolah yang diberikan oleh kakek – siapa yang perlu pendidikan kalau kau akan menjadi bintang film? Akan tetapi, polisi menghentikan Dae-woong sebab kakek melaporkan bahwa motor itu curian jadilah Dae-woong ditangkap untuk dimasukkan ke penjara. Dimana kekhawatiran Dae-woong yang terbesar muncul: di dalam penjara rambutnya akan dikeriting!
Bibi Min-sook membayar jaminan agar Dae-woong bisa keluar dari penjara. Dia membela Dae-woong sebab bibi bisa bersikap lebih toleran ketimbang ayahnya (kakek Dae-woong). Akan tetapi, kakek diwajibkan untuk bisa mengubah perilaku cucunya dan mengumumkan kalau dia akan mengirim Dae-woong ke akademi displin untuk mendapatkan pendidikan. Kakek meminta Dae-woong untuk mendaftar ulang di sekolah.

Dae-woong protes – bagaimana dengan audisinya? Kakek tidak berubah pikiran dan berkata bahwa sampai Dae-woong menjadi seseorang (yang lebih matang), dia dihukum. Kakek serius dan dia bahkan tidak akan membiarkan Dae-woong lepas dari genggamannya meski itu untuk pipis sekalipun.
Dae-woong menawarkan satu sepatunya sebagai jaminan kalau dia tidak akan kabur dan itu memberikan Dae-woong sedikit ruang ketika mereka beristirahat di stasiun peristirahatan. Dae-woong bersembunyi di sebuah tong sampah kosong, jadi saat kakek datang untuk mencarinya, kakek berpikir kalau Dae-woong kabur lewat jendela. Kakek berteriak dengan putus asa sedangkan Dae-woong mengendap-endap di belakang truk pengantar barang. Sukses dah!
Nah, sekarang untuk cerita asli sang Gumiho. Cerita ini diceritakan oleh seorang biksu kepada pengunjung kuilnya saat dia mengacu ke sebuah lukisan di dinding. Di atas lukisan dinding itu terdapat gambar seorang wanita tua dan seekor serigala. Gambar itu menceritakan tentang Gumiho yang ingin menjadi manusia.

Serigala di lukisan itu berubah menjadi manusia dan inilah Mi-ho yang keluar dari lukisan. Dia hidup tentu saja. Dia muncul di dunia dan mengambil wujud manusia serta hidup di sekeliling manusia. Karena kecantikannya, dia membuat para pria bertekuk lutut dihadapannya serta megap2 tidak bisa bernafas karena saking kagumnya. Hal ini pasti terjadi kemanapun dia pergi.

Para pria menjadi gila karena Gumiho dan ini adalah masalah besar. Para wanita tidak menyukainya. Mereka percaya kalau rahasia kecantikan Gumiho ada di ekornya yang berjumlah sembilan. Mereka lalu berdoa pada wanita yang ada dilukisan. Wanita itu adalah roh nenek moyang. Permintaannya adalah agar ekor sang Gumiho dihilangkan.
Arwah nenek moyang mendapati dirinya berada dalam sebuah konflik. Tapi akhirnya mendapatkan ide. Dia percaya kalau semua ini akan berakhir bila dia mencarikn suami untuk sang Gumiho. Seorang pria dipilih dan Gumiho siap untuk melaksanakn pernikahannya.

Sayangnya, tidak ada seorang wanita pun yang mau menyerahkan seorang pria ke genggaman Gumiho. Mereka kemudian menyebarkan gossip kalau Gumiho memakan 100 hati manusia agar bisa berubah menjadi manusia. Ini tentu membuat takut semua orang dan pada hari pernikahannya, Gumiho ditolak. Roh nenek moyang memotong ekor Gumiho dan mengurungnya selamanya di dalam lukisan selamanya. Sekarang dia disana tanpa ekornya.
Setelah tersangkut di truk selama beberapa saat, Dae-woong turun di sebuah jalanan pegunungan entah dimana. Suasananya gelap dan hujan. Dia memberi sinyal pada sebuah mobil untuk meminta tumpangan. Ternyata pengendara mobil itu adalah biksu yang tadi. Dia membawa Dae-woong ke kuil untuk bermalam.

Dae-woong meminjam telpon biksu itu untuk menelpon bibinya, Min-sook. Dia mencoba menebak-nebak nomer hp bibinya itu. Tapi sinyal di tempat itu jelek sekali. Jadi, Dae-woong memegang telponnya dan berkelana ke beberapa tempat untuk mencari sinyal yang lebih kuat. Dae-woong sampai ke sebuah kuil terisolasi dimana lukisan Gumiho disimpan. Dae-woong akhirnya mendapatkan sinyal tepat di luar kuil. Dia kemudian mencoba menelpon bibinya lagi beberapa kali. Dia menelpon nomer yang salah tapi yang terakhir meminta Dae-woong untuk tidak menutup telponnya. Jadi Dae-woong tetap bisa online.
Orang terakhir yang ditelpon Dae-woong ini membuat beberapa pernyataan keingintahuan. Seperti, bagaimana Dae-woong terlihat lebih bagus kalau topinya dilepas. Dengan marah2, Dae-woong melihat hp-nya – hp itu sudah mati tapi tetap ada suara yang keluar dari hp itu. Apa yang terjadi? Dae-woong mencoba untuk menyingkir. Akan tetapi, suara di hp itu memperingatkan kalau Dae-woong pergi maka dia akan sangat marah. Suara itu punya tugas untuk Dae-woong dan mengundangnya untuk masuk ke dalam.

Mi-ho menuntun Dae-woong ke lukisan di dinding dan menyuruhnya untuk menggambar sembilan ekor pada serigala di lukisan itu. Dae-woong tetap ketakutan tapi Mi-ho menyuruhnya untuk cepat2. Jadi dengan terburu-buru, Dae-woong menggambar sembilan ekor di serigala dalam lukisan itu. Ketika Dae-woong menggambar, alam menjadi terganggu: kilat muncul dan anjing penjaga menggong dengan keras. Biksu menyadari ada yang salah dan bergegas ke kuil Gumiho.
Saat Dae-woong selesai menggambar, Mi-ho akhirnya bebas dari lukisan itu. Dan tahu tidak, surga benar2 tidak suka ini. Badai membuat Dae-woong takut dan malah kabur dari tempat itu. Dia berlari dan jatuh di bukit berbatu. Dia mendarat dengan keras dan pingsan.

Mi-ho menemukan Dae-woong dan memandangnya dengan penuh penasaran. Dae-woong tidak akan bangun jadi dia memutuskan untuk menolong. Pria itu sudah membantu menggambarkan ekor di lukisan dan sebaiknya Mi-ho juga membantunya. Mi-ho mendekat ke tempat Dae-woong dan meniupkan energi mistis ke mulut Dae-woong. Energi ini disebut ‘manik-manik serigala’. Ketika Mi-ho melakukan itu, ekor-nya berkilat-kilat dibawah cahaya bulan.

Pada pagi harinya, Dae-woong bangun dengan posisi yang aneh – dia tersangkut di cabang pohon yang tinggi. Dia hanya ingat bagian ketika terpeleset di bukit berbatu di sisi gunung. Ketika Mi-ho mendekat, Dae-woong sama sekali tidak mengenalinya. Bahkan tetap tidak kenal ketika Mi-ho memberitahunya kalau mereka bertemu tadi malam.

Akan tetapi, beberapa frase yang diucapkan Mi-ho memicu ingatan Dae-woong. Dia adalah gadis yang ditelpon tadi malam itu. Dae-woong ketakutan sebab dia berpikir kalau Mi-ho adalah hantu. Maka, dia menyentuh pipi Mi-ho dan akhirnya lega karena ternyata dia manusia. Mi-ho menganggapnya sebagai pujian, “Apa aku terlihat seperti manusia?” Sekarang, Dae-woong jadi marah sebab mengira Mi-ho mengerjainya malam sebelumnya. Dia mengajak Mi-ho kembali ke kuil itu untuk mengakui tentang lukisan yang sudah dia coret. Hal itu dianggap Dae-woong sebagai vandalisme.
Mi-ho berbicara yang sejujurnya tapi cerita itu begitu fantastik sehingga Dae-woong mengartikannya sebagai cerita yang sangat manusiawi. Contohnya saja, Mi-ho mengeluh kalau dia tidak suka kuil itu – dia dikurung disana oleh seorang nenek dan baginya hal itu sangat membosankan. Dae-woong mengartikan itu bahwa Mi-ho adalah pembuat masalah yang sedang menerima hukuman.
Dae-woong bertanya sudah berapa lama Mi-ho dikurung di dalam kuil. Mi-ho menjawab, “Lima ratus tahun.” Hal itu membuat langkah Dae-woong terhenti dan meminta cerita lengkapnya. Mi-ho menceritakan semuanya. Cerita tentang roh nenek moyang adalah cerita yang sangat terkenal dan gadis itu memperkenalkan dirinya sebagai Gumiho. Jadi Dae-woong berikir kalau Mi-ho mengarang cerita itu atau dia gila.
Mi-ho menjelaskan kalau dia juga sudah menolong Dae-woong. Alasan kenapa Dae-woong tidak merasa sakit adalah karena Mi-ho memberianya manik2 serigala yang sekarang ada di dada Dae-woong. Mi-ho mencari-cari dibalik T-shirt Dae-woong untuk menunjukkan letak manik2 serigala itu berada. Dae-woong menyingkirkan tangan Mi-ho sebab dia yakin gadis itu pasti sudah gila. Dae-woong berkata kalau Mi-ho seharusnya punya ekor sembilan dan Mi-ho menjawab kalau ekor2nya hanya muncul di bawah sinar rembulan.

Cukup sudah. Dae-woong pergi sendiri. Dia mengarahkan Mi-ho ke arah yang lain lalu berjalan pergi. Hanya saja, seekor babi datang. Meski Dae-woong sangat ingin menyingkirkan gadis yang dia anggap gila, tapi dia tidak bisa membiarkan gadis itu mati di tempat itu. Jadi dia kembali untuk menjemput si serigala. Mi-ho sebenarnya tidak takut pada binatang itu tapi Dae-woong menarik tangannya dan mereka pun mulai lari.

Sementara itu, seorang misterius bernama Dong-joo, Pemburu Gumiho, muncul di kuil. Dia merasakan gangguan yang terjadi dan memeriksa kuil yang terisolasi. Dia bergumam kalau dia melakukan semua pencegahan ini untuk memastikan kalau Gumiho tetap terkurung. Di kota terdekat, Dae-woong berpisah dengan Mi-ho dan dia menjual sebuah kalung untuk mendapatkan uang. Dia menduga kalau kakeknya membayar uang sekolah maka dia bisa pulang ke rumah dengan selamat. Di rumah, kakek membayar uang sekolah lalu berhenti untuk berpikir, “Tunggu. Apa ini artinya aku kalah lagi kali ini?”
Dae-woong menelpon sekolahnya dan mendapatkan konfirmasi yang artinya dia bebas kembali ke Seoul. Mi-ho memanfaatkan telinganya yang tajam dan menguping setiap detail percakapan Dae-woong lalu mulai mengikutinya. Dae-woong berpikir kalau dia bisa mengabaikan Mi-ho dengan mudah sebab Mi-ho tidak tahu apa2 tentang dirinya. Jadi, ketika Mi-ho memanggil nama Dae-woong, anak kaya ini terkejut. Mi-ho bahkan menguraikan data pribadi Dae-woong dan meminta pemuda itu untuk mentraktirnya makan siang. Dae-woong terjebak dengan gadis gila.

Dae-woong mengajaknya ke restoran panggang, dimana Mi-ho tidak sabar untuk mencicipi daging setelah 500 tahun! Dia hampir menggigit sepotong daging mentah tapi Mi-ho segera menahan dirinya – dia telah bekerja keras untuk bisa tampil seperti manusia dan makan daging mentah sangat tidak manusiawi.
Dae-woong mengejek kepercayaan tentang dirinya yang seorang Gumiho. Dia mengatakan kalau kakeknya sering meminta dirinya untuk bisa bersikap seperti manusia. Itulah satu2nya kesamaan mereka. Dae-woong bertanya tentang keluarga Mi-ho dan dia menjawab kalau dia tidak punya siapa-siapa. Itu membuat Dae-woong langsung bersimpati pada Mi-ho.
Dae-woong permisi untuk pergi ke kamar mandi tapi sebenarnya dia berencana untuk kabur. Dia sudah merencanakan ini sejak membelikan makan siang untuk Mi-ho. Saat Dae-woong tidak kembali juga, Mi-ho berinisiatif untuk mencari pemuda itu – hanya, dia terkagum melihat semua kursi yang ada di kamar mandi. Dia membuka sebuah tempat duduk dari porcelain, terpesona pada kecantikan benda itu dan memutuskan kalau itu adalah sumur. Dan kebetulan dia sedang haus…
Untungnya, Mi-ho memutuskan kalau itu sumur yang indah tapi tidak bersih. Daging adalah masalah yang lain. Saat dia memasukkan daging itu ke mangkuk, dia secara tidak sengaja menjatuhkannya. Mi-ho menyentuh daging itu tapi kemudian dia menangkap bau para pengejarnya (biksu, Dong-joo, dan polisi) di udara dan memutuskan untuk kabur.
Dong-joo mendengar kalau gadis itu di resto itu bersama seorang pria muda – yang ciri2nya sama dengan pria yang menginap di kuil – dan menebak kalau mereka bersama. Saat Dong-joo sudah bisa memperbaiki hp biksu yang rusak, dia bisa siapa yang ditelpon pemuda itu dan mulai melakukan pelacakan. Jujur saja, Dong-joo belum pernah bertemu dengan Gumiho itu tapi dia yakin dia akan bisa melacaknya dari kecantikan dan auranya.

Bibi Min-sook masuk ke dalam lift dan kentut. Tapi dia panik waktu seorang pria misterius masuk ke dalam lift juga padahal bau kentutnya bibi belum hilang. Tapi pria misterius itu berusaha untuk tidak memedulikan bau itu. Dan ketika dua wanita masuk ke dalam lift dan megap2 karena tidak bisa bernafas, sang pria misterius mau mengaku kalau dialah yang kentut dan meminta maaf. Min-sook sangat tersentuh pada sikap ini dan membungkuk untuk mengucapkan terima kasih. Pria itu malah merasa kalau Min-sook sangat menarik.

Dae-woong sangat ingin menggunakan bus berikutnya untuk kembali ke Seoul, hanya dia diikuti oleh Mi-ho. Dae-woonr berpikir kalau Mi-ho membuntutinya selama ini dan tidak percaya pada penjelasan Mi-ho kalau dia mengikuti Dae-woong lewat baunya. Mi-ho mengatakan, “Aku menyukaimu. Aku akan mengikutimu.”
Sekarang Dae-woong sangat putus asa dan menuduh Mi-ho sebagai penguntit, tipe orang yang sangat akrab dengannya sebab orang selalu menempel padanya karena uangnya. Dae-woong juga menyindir cerita Mi-ho dan mengejek penejelasan kalau dia adalah Gumiho. Kekejaman ini membuat Mi-ho sakit hati. Dae-woong kemudian berbalik untuk pergi dari sana. Dengan nada yang tajam, Mi-ho bersumpah akan membuat Dae-woong percaya padanya, “Lalu, kau mati.”

Dae-woong naik bus untuk pergi ke Seoul dan langsung menuju sekolah laga. Tapi dia tetap merasa takut dan membayangkan kalau Mi-ho mengintai di setiap sudut. Yang membuatnya tenang adalah dia bertemu dengan teman2nya, Sun-nyeo dan Byung-soo. Sun-nyeo jelas ingin membuat Dae-woong senang dan memberikan kunci gedung pada Dae-woong jadi dia bisa bermalam disana.
Baru sekaranglah, Dae-woong melihat luka di punggungnya yang terlihat sangat menyakitkan. Dia tidak memperhatikannya sebab luka itu tidak terasa sakit. Tiba2 Dae-woong ingat pada penjelasan Mi-ho tentang kekuatan manik2 serigalanya. Dae-woong mulai mengatakan pengalaman anehnya pada Byung-soo dimana dia bertemu dengan seorang gadis aneh yang mengatakan kalau dirinya adalah Gumiho. Lalu, dia ingat kalau dia sudah berjanji tidak akan mengatakan pada siapa2 kalau Mi-ho adalah Gumiho. Byung-soo memperingatkan Dae-woong (setengah bercanda) bahwa jika Gumiho memintamu untuk tidak mengatakannya maka kau sebaiknya tidak mengatakannya atau mati.

Dae-woong mencoba untuk mengabaikan fakta itu dan mulai mengambil gambar. Tapi ketika bola mulai menjauh darinya, bola itu malah mendekat lagi. Dia meyakinkan dirinya kalau bola itu hanya terpental. Tapi semua bola mulai menggelinding sendiri!

Dari kegelapan munculah Mi-ho yang mengikuti Dae-woong ke tempat itu lewat baunya, seperti yang dia janjikan beberapa waktu yang lalu. Dengan gugup, Dae-woong memberikan acungan jempol lemah atas kemampuan Mi-ho dan Mi-ho mengingatkan Dae-woong kalau dia adalah Gumiho. Mi-ho melihat ke langit dan mengatakan kalau bulan akan muncul. Sekarang, dia baru bisa membuktikan semuanya pada Dae-woong.

Mi-ho melangkah ke cahaya bulan ketika awan terbuka dan memperlihatkan bulan. Dan tentu saja, saat Mi-ho berhadapan dengan Dae-woong, ada sembilan ekor di belakang Mi-ho yang melambai-lambai. Dae-woong kaget dan mulai megap2. Mi-ho berkata pada Dae-woong, “Aku Gumiho. Kembalikan manik-manik serigalaku!”

Setelah itu, Mi-ho mendekati Dae-woong dan mencondongkan diri untuk mengambil manik-maniknya kembali.

Sabtu, 11 Juni 2011

tentang aku

Namaku Imelda sari, aku lahir tangal 3 desember 1992.
Bagiku hidup yang Cuma sekali ini sebisa n semampu kita jangn hidup “apa adanya” tapi sekuat tenaga kita bisa jadikan hidup ini “luar biasa” tapi tidak menjadikan kita manusia yang tak tau kapasitas diri, tak pandai bersyukur. Bagiku berusaha menjadi sempurna itu lebih baik daripada menghindari usaha untuk sempurna, stidaknya ada motivasi tersendiri dalam hidup ini, justru karna kita tau kesempurnaan hanya milikNya, stidaknya kita punya rambu-rambu sendiri untuk berbuat, walaupun pada akhirnya ada kesalahan, ya berusaha menjaga untuk berbuat yang tidak baik, ku pikir dengan berfikir seperti itu, udah menjaga diri ini, itulah salah satu caraku hidup, karma aku ngga mau bergantung pada peraturan saja, tapi harus punya aturan sendiri yang, menggantungkan diri itu bukan caraku, lebih baik mandiri untuk menjaga diri ini. Karna kalo bukan kita sendiri siapa yang mau mengurus diri ini, ibu? Ayah? Mba/mas? Ato pacar? Tentunya mereka juga punya tanggungjawab sendiri terhadap diri mereka,jadi ya hanya kitalah yang paling tepat untuk mengurus diri kita, kalo masih bias knp harus mengunggu uluran tangan orang.
Aku juga bukan seorang yang mudah untuk merasakan apa yang dirasakan oranglain, makanya temen”ku bilang aku nggak punya hati atau hatinya sekeras batu, buat aku ngapain kita sok bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain klo nyatanya kita tak bisa merasakan, memang soal hati aku nggak begitu mengerti bahkan sama sekali tak tau. Aku hanya manusia yang hidup dengan banyak berfikir dan sedikit hati.sangat menyedihkan memang, tapi itu yang aku bisa, itu yang membuatku bertahan sampai saat ini, sekalipun tak ada orang yang disampingku, yang selalu ada, mensport ku,menasehatiku, itulah yang membuatku bertahan.
Terlalu banyak hal yang menyakitkan dalam hidup ini yang membuaku tdk peka ma hati, dan terlalu mandiri yang membuatkanku tumbh dengan miskin hati. Tapi aku percaya sekalipun tak ada yang peduli dan hanya menganggapku saat butuh, akulah yang bisa membuatnya bangkit, tak perlu menunggu orang yang membangunkanku.karena motivator terbaik dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Aku sadar kalo aku nggak mungkin hidup seperti ini, ada bagian dalam hidupku yang harus aku rubah bahkan ganti, ya mungkin saat ini belum tapi suatu saat hal itu pasti akan terwujud, entah diriku sendiri yang akan melakukannya ataupun oranglain yang bersedia membantuku. Karena aku nggak bisa pungkiri bahwa aku adalah manusia social yang membutuhkan orla dalam hidupnya kelak, dan semoga hal ini terjadi tepat pada wktunya nggak terlambat ataopun terlalu dini.